Kamis, 02 Desember 2010

Tiga Daya Tarik Kuliah ke China

Ada tiga hal yang membuat pelajar atau mahasiswa Indonesia tertarik melanjutkan kuliahnya di China, yaitu bahasa, biaya, dan kemajuan bisnis di Negeri Tirai Bambu tersebut. Beberapa universitas asal Eropa atau Amerika Serikat pun mulai buka "cabang" di China.
Lagipula, biaya tersebut tidak dengan syarat harus membayar uang pangkal atau uang gedung.
-- Samuel Wiyono
Demikian diungkapkan Ketua Pertukaran Mahasiswa dan Pengajar Asing Beijing Language & Culture Institute (BLCI), Samuel Wiyono, di sela acara 11th China Education Fair 2010, Minggu (28/11/2010), di Jakarta. Selain menawarkan pendidikan mulai dari belajar bahasa Mandarin, lanjut dia, China juga menawarkan program Diploma/Foundation dari Inggris atau Australia, hingga kuliah untuk gelar Sarjana (S-1) dan Pascasarjana (S-2) dalam berbagai bidang studi, baik dalam pengantar bahasa Mandarin atau bahasa Inggris.
"Bahasa Mandarin kini semakin populer dan keuntungannya adalah di China terdapat program pengantar menggunakan dua bahasa, yaitu bahasa Mandarin dan Inggris, sementara di Eropa atau AS tidak ada pengantar Mandarin. Jadi, ada dua keuntungan sekaligus," ujar Samuel.
Kedua, dari segi biaya, China dinilai lebih menguntungkan karena lebih murah ketimbang ke Eropa atau AS. Samuel menuturkan, belum lagi perbedaan biaya hidup, karena negara-negara studi di Eropa atau AS tentu jauh lebih mahal.
Contohnya, lanjut Samuel, uang sekolah atau belajar bahasa Mandarin atau gelar sarjana (S-1) di universitas pemerintah/negeri dipatok mulai 12.000 RMB per tahun atau sekitar Rp 16,5 juta. Sementara untuk gelar S-1 menggunakan bahasa Inggris, biaya kuliah yang ditawarkan mulai 12,800 RMB per tahun atau sekitar Rp 17,2 juta.
“Lagipula, biaya tersebut tidak dengan syarat harus membayar uang pangkal atau uang gedung,” imbuhnya.
Bagi yang memeroleh universitas negeri juga lebih untung. Samuel mengatakan, ada subsidi biaya tinggal bagi mereka yang berhasil masuk di universitas negeri.
"Karena paling tidak ada lima universitas negeri yang menawarkan subsidi gratis asrama berbentuk hotel atau apartemen di lima kota besar China seperti Ningbo, Nanchang, Hefei, Suzhou, dan Nanjing untuk program tertentu. Ini tentu lebih hemat,” jelasnya.
Sementara itu, lanjut Samuel, daya tarik ketiga adalah kemajuan bisnis dan ekonomi China di kancah dunia. Kemapanan dan stabilitas ekonomi China saat ini setidaknya memberikan jaminan bagi para pelajar Internasional, bahwa murahnya biaya kuliah tidak tergoyahkan oleh krisis.
"Saat ini beberapa universitas di Eropa dan AS pun mulai membuka perwakilan kampusnya di China dan ini jadi lebih murah. Sementara dengan Indonesia, perayaan 60 tahun hubungan diplomatik RI-China jelas mengutungkan pelajar dalam hal birokrasi antarkedua negara, termasuk kerjasama beasiswa," imbuh Samuel.

Gubernur Saksikan Pengambilan Api Porprov XI

Tanahdatar, Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno menyaksikan Pengambilan api Porprov XI di Nagari Tuo Pariangan Kecamatan Pariangan, Kabupaten Tanahdatar, Kamis (2/12).

Pengambilan api diawali dengan acara adat 'sambah kato' untuk meminta izin dari Pemangku Adat Kanagarian Pariangan. Api diambil oleh Walinagari Pariangan Afri Khatib Saidi, didampingi Ketua KAN K. Dt. Basa dan Ketua BPRN A. Dt. Andomo.

Api kemudian diserahkan ke Ketua LKAAM Tanahdatar H. Dt. Batuah lalu kepada Bupati Tanahdatar M. Shadiq Pasadigoe, selanjutnya Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, dan terakhir ke Bupati Agam Indra Chatri.

Api selanjutnya dibawa oleh pasukan pembawa api Porprov XI untuk dikirab ke Kabupaten Agam tempat pembukaan Porprov XI.

Ikut menyaksikan upacara Pengambilan Api Porprov XI tersebut Ketua DPRD Sumbar, Ketua KONI Sumbar, unsur Muspida Tanahdatar, Wakil Bupati Hendri Arnis, tokoh olahraga, atlet, dan masyarakat setempat.

Gubernur Irwan menyampaikan pengambilan api pekan olahraga di Sumbar selalu dilaksanakan di Nagari Tuo Pariangan. Api yang sumber dari alam tersebut menjadi semangat kebersamaan baik atlet olahraga maupun masyarakat.

"Semangat kebersamaan tersebut menjadi ikatan kekeluargaan bagi para atlet dan masyarakat nagari yang akan terus berkibar selama pelaksanaan Porprov," sebut Irwan.

Gubernur mengharapkan semangat kebersamaan tersebut tetap bergelora di tengah masyarakat terutama para atlet dengan menjunjung sportivitas dan menghindari perbuatan tidak terpuji dalam merebut medali.

"Pelaksanaan Porprov XI ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena melibatkan 15 kabupaten/kota se-Sumatra Barat dengan 28 cabang olahraga. Terpencarnya pelaksanaan tersebut menjadi nuansa baru terciptanya prestasi olahraga," tutur Irwan.

Bupati M. Shadiq Pasadigoe mengucapkan terima kasih atas pelaksanaan pengambilan api Porprov XI di Nagari Tuo Pariangan. Ia mengharapkan ini merupakan awal kesuksesan pelaksanaan Porprov yang berbeda dari pelaksanaan tahun sebelumnya